Teknologi Terbaru Panasonic Menghindarkan Anda dari Tidur di Mobil!

Apa yang terlintas di pikiran Anda jika Anda mendengar nama Panasonic? Tentunya Anda memikirkan merek alat rumah tangga. Itu benar. Namun, tahukah Anda jika perusahaan Jepang ini sudah mulai berekspansi ke dunia otomotif dalam beberapa tahun terakhir?

Dilansir dari berita Carsome, sekarang ini tidak hanya turun di pasar suku cadang, tetapi Panasonic juga telah terlibat dalam berbagai inovasi teknologi di pasar otomotif. Nah, salah satunya adalah teknologi anti kantuk canggih untuk pengemudi mobil. Rasa kantuk yang sering tiba-tiba menyerang saat mengendarai mobil memang sangat fatal dan dibutuhkan teknologi yang tepat untuk mengatasinya.

Teknologi Terbaru Panasonic Menghindarkan Anda dari Tidur di Mobil!
Teknologi Terbaru Panasonic Menghindarkan Anda dari Tidur di Mobil!

Meski begitu, ide teknologi ini bukan yang pertama, karena telah banyak diterapkan oleh merek otomotif terkemuka di dunia, seperti Volvo dan Mercedes-Benz yang dapat memonitor pengemudi dan menentukan kapan pengemudi harus beristirahat.

Teknologi mobil otonom (tidak terkontrol) dipersiapkan untuk memberikan banyak kemudahan bagi pengemudi yang relatif memiliki masalah fisik alias mudah mengantuk. Namun hingga era kemunculan mobil otonom benar-benar terwujud, kantuk atau (pada akhirnya) tertidur sambil duduk di belakang kemudi masih sangat berbahaya. Jadi yang sering kita lakukan untuk mengatasi ini adalah saran untuk menepi dan beristirahat.

Perusahaan Jepang ini telah menciptakan sistem dalam mobil yang dapat memantau dan mendeteksi kantuk sebelum benar-benar tertidur, kemudian memberikan respons atau stimulan untuk mencegah pengemudi tertidur ke tingkat yang lebih dalam atau yang biasa kita sebut tidur.

Namun, teknologi dari Panasonic ini bersifat pribadi, dan sistem ini secara akurat mengukur tingkat kantuk dengan memindai ekspresi wajah, mengedipkan mata, mengurangi panas dari tubuh dan pola ilusi retina mata. Informasi ini kemudian digabungkan dengan informasi yang dikumpulkan di sekitar kendaraan. Semua data kemudian diproses menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk menilai tingkat tidur pengemudi. Jika tingkat tidur dianggap berbahaya, sistem akan memberikan peringatan suara diikuti oleh getaran dan meminta pengemudi untuk beristirahat.

Selain itu, teknologi ini juga memanfaatkan cahaya sekitar untuk menentukan apakah itu siang atau malam, dan semua informasi tersebut diproses melalui fitur intelijen yang kemudian memutuskan apakah pengemudi harus segera beristirahat atau tidak.

Kehadiran teknologi ini disinyalir akan memiliki dampak positif yang menjadi terobosan besar.

Leave a Reply